Nah, dari beberapa postingan saya maka dapat disimpulkan yaitu perencanaan pengajaran atau Lesson Plan adalah penting atau mungkin dapat dikatakan sangat penting karena perencanaan yang baik mengenai materi, metode, durasi, material dan penentuan tujuan yang jelas dan terperinci akan memberikan efek yang positif dalam proses belajar mengajar.
Segala metode yang dijelaskan dalam blog saya ini BUKANLAH sebuah format baku namun hanya merupakan sebuah panduan. Lesson Plan yang dibuat haruslah disesuaikan dengan kebutuhan murid dan dunia pendidikan. Jika nantinya format Lesson Plan ini dirasa tidak dapat mengikuti perkembangan pendidikan maka Anda dapat mengganti format. Saya sangat berharap Anda akan menjadi orang-orang yang melakukan revolusi pada dunia pendidikan dengan hal-hal kecil seperti melalui Lesson Plan ini.
Saya berharap blog ini tidak akan berakhir dengan postingan ini, mungkin jika ada kesempatan saya akan terus meng-update blog ini dengan informasi yang bermanfaat bagi publik..Thanks for all your attention.
Adios
Monday, June 8, 2009
Ingatlah akan Pentingnya Material Pengajaran Anda
Di bawah ini akan saya sertakan sebuah video dan penjelasan singkat mengenai pentingnya membawa materi pengajaran(misalnya poster, spidol, buku,dsb)
Dalam video diatas , dapat dilihat seorang pengajar yang akan mengajarkan tentang "Lima Panca-Indera" yang akan ia ajarkan untuk anak preschool. Ia mempersiapkan poster keseluruhan panca indera manusia, kemudian poster masing-masing panca indera, buku panduan yang akan digunakan oleh pengajar dalam memberikan pengajarannya. Di sini ia mempersiapkan segala materinya dengan baik dengan harapan agar muridnya dapat lebih mudah menyerap materi yang ia ajarkan.
Saran saya buat para pengajar, sediakanlah seluruh materi pengajaran sesuai dengan materi yang Anda ajarkan. Material yang Anda persiapkan tidak akan sia-sia sepanjang sesuai dengan kebutuhan kelas dan perkembangan murid Anda. Jangan sampai Anda memberikan poster berbahasa asing jika Anda sendiri hendak mengajarkannya dalam bahasa Indonesia. So, don't forget to prepare all your gears for the class,lol.
Sumber video : Youtube.com
Dalam video diatas , dapat dilihat seorang pengajar yang akan mengajarkan tentang "Lima Panca-Indera" yang akan ia ajarkan untuk anak preschool. Ia mempersiapkan poster keseluruhan panca indera manusia, kemudian poster masing-masing panca indera, buku panduan yang akan digunakan oleh pengajar dalam memberikan pengajarannya. Di sini ia mempersiapkan segala materinya dengan baik dengan harapan agar muridnya dapat lebih mudah menyerap materi yang ia ajarkan.
Saran saya buat para pengajar, sediakanlah seluruh materi pengajaran sesuai dengan materi yang Anda ajarkan. Material yang Anda persiapkan tidak akan sia-sia sepanjang sesuai dengan kebutuhan kelas dan perkembangan murid Anda. Jangan sampai Anda memberikan poster berbahasa asing jika Anda sendiri hendak mengajarkannya dalam bahasa Indonesia. So, don't forget to prepare all your gears for the class,lol.
Sumber video : Youtube.com
Task Analysis ? Apa lagi arti istilah ini ?

Ups, ga usah bingung dengan judulnya dan gambar yang ada di atas posting ini karena saya hadir untuk menjelaskannya,hehe. Task Analysis adalah proses menjabarkan secara rinci sebuah topik atau skill ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Biar lebih gampang dimengeri, saya akan memberikan sebuah contoh. Penjabaran skill untuk mengganti abn mobil adalah sebagai berikut, yaitu mendongkrak mobil, melepaskan mur pengunci ban, melepaskan ban yang kempes, menggantinya dengan ban cadangan, memasang dan mengencangkan kembali mur ke ban, dan terakhir adalah menurunkan mobil. Sudah mengerti bukan apa sebenarnya task analysis ? Saya yakin Anda telah mengerti,hehe.
Secara kompleksnya, task analysis memiliki empat tahapan yaitu :
1. mengenali perilaku terminal (terminal behavior) - mengganti ban mobil
2. mengenali skill yang lebih rinci (prerequisite skill) - melepas mur, mendongkrak,dll
3. mengetahui urutan skill yang harus ditunjukkan - mendongkrak dahulu baru melepas mur dan ban
4. mendiagnosa murid (mengetahui kebutuhan murid)
Keempat langkah tersebut umumnya dapat dijadikan bahan acuan untuk melakukan task analysis. Mungkin Anda akan bertanya-tanya seberapa pentingkah melakukan task analysis ? Dalam buku yang saya baca, task analysis membantu pengajar untuk mengkritisi metode pengajarannya sendiri, mampu memecah topik yang luas menjadi bagian-bagian kecil yang akan mempermudah proses belajar-mengajar, dan yang paling penting adalah mengalihkan fokus pengajar dari konsep-konsep abstrak yang masih belum jelas menuju fokus kepada murid.
Task analysis tentu akan bermanfaat jika pengajar memang mengerti topik yang akan ia bawakan dan bagaimana cara menjabarkannya secara rinci. Task analysis dapat memberikan kesempatan lebih kepada pengajar untuk mengajarkan dengan lebih jelas, rijit dan memperhatikan murid daripada sekedar berfokus pada konsep yang masih belum tentu efektif.
Sumber : Learning and Teaching : Research-Based Methods, 2nd Ed., Donald P. Kauchak - Paul D. Eggen
Dasar Pertimbangan Dalam Menetapkan Objectives
Tujuan atau objectives adalah sesuatu yang sangat penting dalam membuat Lesson Plan. Tujuan yang berbeda akan menghasilkan Lesson Plan yang cenderung berbeda juga. Pada dasarnya, ada tiga dimensi yang menjadi landasan untama dalam menentukan objectives yaitu :
1. Cognitive
Ini berhubungan dengan penguasaan kepintaran dan keahlian meliputi kemampuan belajar, pemecahan masalah, kemampuan analisis, menyimpulkan, kreatifitas dalam berkarya, menggambar, dan sebagainya.
2. Affective Taxonomy
Dimensi kedua berhubungan dengan karakter diri dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang sehat secara psikis sehingga hubungan yang harmonis dengan orang lain dapat tercapai.
3.Psychomotor Domain
Dalam domain ketiga, perkembangan gerak fisik(otot) dan koordinasinya adalah fokus utamanya. Kegiatannya dapat berupa mengetik, bermain musik, dan lainnya).
Ketiga dimensi ini merupakan hal yang sanagt berbeda satu dengan yang lain, namun dalam kontribusinya di dunia pendidikan adalah saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Perkembangan kognitif tentu harus diikuti dengan perkembangan mental dan psikomotor yang baik, begitu juga dengan kedua aspek lainnya yang akan saling membutuhkan.
Dunia pendidikan Indonesia saat ini juga telah mengadopsi ketiga dasar ini, dapat dilihat dalam kurikulum KBK yang masih dipakai hingga saat ini. Dalam pembuatan Lesson Plan, pengajar disarankan untuk mempertimbangkan ketiga landasan ini sehingga muridnya akan semakin berkembang dalam kognitif, afektif dan psikomotor.
Sumber : Learning and Teaching: Research Based Methods, 2nd Ed., Donald P Kauchak - Paul D. Eggen
1. Cognitive
Ini berhubungan dengan penguasaan kepintaran dan keahlian meliputi kemampuan belajar, pemecahan masalah, kemampuan analisis, menyimpulkan, kreatifitas dalam berkarya, menggambar, dan sebagainya.
2. Affective Taxonomy
Dimensi kedua berhubungan dengan karakter diri dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang sehat secara psikis sehingga hubungan yang harmonis dengan orang lain dapat tercapai.
3.Psychomotor Domain
Dalam domain ketiga, perkembangan gerak fisik(otot) dan koordinasinya adalah fokus utamanya. Kegiatannya dapat berupa mengetik, bermain musik, dan lainnya).
Ketiga dimensi ini merupakan hal yang sanagt berbeda satu dengan yang lain, namun dalam kontribusinya di dunia pendidikan adalah saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Perkembangan kognitif tentu harus diikuti dengan perkembangan mental dan psikomotor yang baik, begitu juga dengan kedua aspek lainnya yang akan saling membutuhkan.
Dunia pendidikan Indonesia saat ini juga telah mengadopsi ketiga dasar ini, dapat dilihat dalam kurikulum KBK yang masih dipakai hingga saat ini. Dalam pembuatan Lesson Plan, pengajar disarankan untuk mempertimbangkan ketiga landasan ini sehingga muridnya akan semakin berkembang dalam kognitif, afektif dan psikomotor.
Sumber : Learning and Teaching: Research Based Methods, 2nd Ed., Donald P Kauchak - Paul D. Eggen
Pentingnya Waktu

Manajemen waktu mungkin adalah hal yang paling banyak diajarkan dalam menjalani kehidupan yang lebih teratur. Waktu yang sekarang ini banyak dianggap sangat berharga oleh orang-orang seperti tergambar dalam ungkapan "Time Is Money" memang adalah sesuatu yang sangat perlu kita perhatikan. Dalam kegiatan belajar mengajar tentu saja, manajemen waktu akan sangat berharga dan sangat menolong. Coba saja bayangkan jika seorang guru atau dosen mengajarkan sebuah materi selama satu setengah jam namun belum menyampaikan esensi terpenting dalam materinya tersebut padahal materi tersebut dapat disampaikan dengan jelas dan efektif hanya dalam waktu satu jam.
Untuk menghindari perasaan negatif yang tidak diperlukan dan menghemat waktu serta tenaga, maka para pengajar sangat disarankan untuk menentukan waktu yang diperlukan dalam mengajar. Waktu yang dimaksud sudah harus mencakup dari awal tatap muka hingga berakhirnya sesi pengajaran. Menyusun perencanaan waktu mungkin kelihatannya sepele namun dalam melakukannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Pertama, mengetahui secara pasti bobot materi yang akan diberikan. Ini akan membantu pengajar dalam merencanakan metode pengajarannya yang efektif. Tanpa mengetahui materi apa yang akan diajarkan terutama dalam pengajaran jangka panjang akan membuat pengajar tidak tahu metode pengajaran apa yang harus dipakai, berapa kali pertemuan yang tersedia, apa yang harus dilakukan dalam setiap pertemuan, dan sebagainya.
Kedua, menentukan kegiatan yang harus dilakukan dan perkiraan waktu yang akan dipakai untuknya. Jika guru hendak melaksanakan kegiatan menonton film dokumenter, tentu saja waktu yang disediakan adalah sesuai dengan durasi film tersebut. Apabila melakukan kegiatan membaca di perpustakaan, guru dapat saja memberikan waktu hanya sebagian dari waktu mengajar yang tersedia(misalnya 2 jam setiap pertemuan, maka 1 jam untuk membaca dan 1 jam untuk kegiatan lainnya).
Ketiga, apakah materi yang akan diajarkan dapat diselesaikan dalam waktu singkat atau membutuhkan waktu yang lama. Sesungguhnya, lama atau tidaknya jangka waktu yang diperluakn adalah relatif sehingga yang lebih ditekankan adalah kemampuan pengajar untuk memahami materi dan muridnya agar dapat diketahui bagaimana ia harus mengajar. Untuk murid yang daya serapnya cepat, tidak tertutup kemungkinan perencanaan waktu ini harus sedikit berubah mengikuti kebutuhan.
Saya menarik kesimpulan dari ketiga point tersebut adalah seorang pengajar perlu memahami materi dan keadaan murid serta memiliki kemampuan manajemen yang baik di kelas. Dalam kegiatan belajar mengajar, yang menjadi fokus utama adalah bagaimana memberikan materi dengan cara sebaik mungkin agar murid dapat menguasainya dengan baik.
The Small Things That Matter

Setelah belajar bagaimana cara membuat Lesson plan yang baik dan benar di postingan sebelumnya, sekarang saatnya saya akan membahas beberapa hal yang cukup penting namun sering diabaikan atau tidak disadari oleh pengajar. Beberapa hal ini dapat mempengaruhi Lesson Plan yang dibuat jadi pastikan Anda tidak melewatkannya.
1. filosofi pengajaran pengajar/institut pendidikan
Seorang pengajar tentu akan membuat Lesson Plan yang didasarkan pada pandangannya tentang materi apa sajakah yang akan diperlukan oleh murid. Tidak jarang juga tuntutan institusi pendidikan(sekolah,universitas) akan pendidikan yang akan diajarkan kepada murid/mahasiswa menghasilkan Lesson Plan yang baku.
2. menyiapkan objectives(goal/tujuan)
Menyiapkan sebuah tujuan yang pasti akan membuat pengajar lebih dapat menentukan jenis kegiatan. Tujuan yang ditentukan juga haruslah merupakan hal yang sesuai dengan tahap perkembangan murid dan dapat dicapai. Artinya sebuah tujuan yang ingin dicapai haruslah realistis.
3. struktur kelas
Yang dimaksud adalah bagaimanakah bentuk kelas yang dianggap lebih efektif dalam mengajar. Ada beberapa tipe yaitu whole-class, small groups, workshops, independent work, peer learning, or contractual. Whole class adalah interaksi guru dengan seluruh murid di kelas secara keseluruhan. Small groups adalah murid membentuk beberapa kelompok kerja. Workshops adalah murid diharuskan melakukan beberapa kegiatan langsung di kelas. Independent work adalah murid bekerja sendiri dalam menyelesaikan tugasnya. Peer learning adalah murid membentuk kelompok yang beranggotakan dua orang dalam belajar bersama. Contractual adalah guru dan murid mengadakan kesepakatan mengenai tugas yang diberikan dan batas akhir pengumpulannya.
4. testing
dalam menguji apakah murid sudah menguasi materi atau belum, dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan memberikan ujian rutin maupun ujian semester(summative assessment). Kedua, adalah mengevaluasi proses belajar itu sendiri mencari kekurangan dan kondisi murid sehingga akan lebih menjawab kebutuhan murid(formative assessment).
5. reliabilitas dari penilaian
penilaian yang dilakukan tiap pengajar akan berbeda dari satu dengan yang lain sehingga masalah ini masih diperdebatkan. Diperlukan adanya penilaian yang lebih pasti dalam mengevaluasi kemajuan murid dalam proses belajar mengajar.
6. evaluasi Lesson Plan
evaluasi harus terus dilakukan oleh pengajar dengan tujuan mencari dan memenuhi kebutuhan murid yang harus terdapat dalam kegiatan mengajarnya.
Sumber : Wikipedia, the free encyclopedia
Wednesday, June 3, 2009
Untungnya sih sekarang uda ada yang namanya Lesson Plan yang dapat dimanfaatkan setiap pengajar untuk semakin memaksimalkan kegiatan pengajaran. Dalam menyusun Lesson Plan yang benar dan tepat sasaran, pengajar dapat memakai format yang umumnya dipakai seperti di bawah ini :
- Judul/ tema pelajaran
- waktu yang diperlukan
- materi/ peralatan yang diperlukan
- tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan
- set atau lead-in(arahan)
- instructional component
- independent practice
- simpulan
- evaluasi
- analysis*
- continuity(kontinuitas)
note : *tidak diwajibkan ada dalam lesson plan
Saya akan menjelaskan beberapa poin yang terdapat di atas, sisanya saya yakin para pembaca dapat mengerti tanpa harus saya jelaskan panjang lebar lagi.
-set atau lead-in merupakan suatu metode untuk memfokuskan pembelajaran murid dengan cara memberikan pertanyaan ataupun mengulang kembali secara cepat pelajaran yang telah diberikan sehingga murid akan lebih mudah menyerap materi pelajaran.
-instructional component adalah prosedur singkat tentang proses pengajaran yang akan dilakukan meliputi daftar kegiatan dan lokasi pelaksanaan.
-independent practice adalah latihan mandiri yang dilakukan oleh murid untuk memperluas pengetahuannya.
-analysis merupakan item yang hampir sama dengan evaluasi. Bedanya adalah evaluasi dapat bersifat lebih formal dan adanya pengecekan akan tingkat kemajuan murid dengan berbagai tes, sedangkan analysis adalah evaluasi pribadi pengajar akan proses belajar-mengajar yang berlangsung tanpa adanya tes namun hanya merefleksikannya pada diri sendiri.
-continuity adalah perencanaan yang ingin dicapai dalam membuat Lesson Plan ini, apakah akan berjangka panjang atau tidak.
Untuk memudahkan pemahaman, saya juga telah memasukkan sebuah video yang memberikan instruksi tentang bagaimana membuat Lesson Plan yang baik dan benar. Video ini masih dalam bahasa Inggris jadi buat yang kurang mengerti, jangan segan buat e-mail ke saya ya..hehehe.
-set atau lead-in merupakan suatu metode untuk memfokuskan pembelajaran murid dengan cara memberikan pertanyaan ataupun mengulang kembali secara cepat pelajaran yang telah diberikan sehingga murid akan lebih mudah menyerap materi pelajaran.
-instructional component adalah prosedur singkat tentang proses pengajaran yang akan dilakukan meliputi daftar kegiatan dan lokasi pelaksanaan.
-independent practice adalah latihan mandiri yang dilakukan oleh murid untuk memperluas pengetahuannya.
-analysis merupakan item yang hampir sama dengan evaluasi. Bedanya adalah evaluasi dapat bersifat lebih formal dan adanya pengecekan akan tingkat kemajuan murid dengan berbagai tes, sedangkan analysis adalah evaluasi pribadi pengajar akan proses belajar-mengajar yang berlangsung tanpa adanya tes namun hanya merefleksikannya pada diri sendiri.
-continuity adalah perencanaan yang ingin dicapai dalam membuat Lesson Plan ini, apakah akan berjangka panjang atau tidak.
Untuk memudahkan pemahaman, saya juga telah memasukkan sebuah video yang memberikan instruksi tentang bagaimana membuat Lesson Plan yang baik dan benar. Video ini masih dalam bahasa Inggris jadi buat yang kurang mengerti, jangan segan buat e-mail ke saya ya..hehehe.
sumber : Wikipedia, the free encyclopedia
video : Youtube.com
Sunday, May 31, 2009
Lesson Plan ? apa sih itu ?

Lesson plan atau boleh disebut rancangan pelajaran (terjemahan bebas) adalah sebuah perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang disusun oleh seorang pengajar dengan detail.
Lesson plan sendiri bertujuan untuk mempermudah guru/pengajar dalam menentukan aktifitas apa saja yang akan dilaksanakan, apa saja yang diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar dan menentukan hasil akhir yang diharapkan. Sebuah kegiatan belajar mengajar tentu akan lebih efektif dan efisien secara biaya dan tenaga jika direncanakan dengan baik. Kebayang ga sih kalo guru mengajar tanpa arah dan kurang persiapan dalam memberikan ilmu pada muridnya ? Tentu aja akan menyulitkan sang guru, murid juga akan merasa bosan atau bahkan bete dengan pelajaran yang dapat berdampak negatif pada motivasi murid dan suasana belajar di kelas.
Lesson Plan juga merupakan dasar dalam menentukan apakah metode pembelajaran akan teacher-centered atau student-centered. Sebuah Lesson Plan tentu akan menentukan bagaimana pengajar memberikan pengajaran dan kegiatan apa saja yang harus dilaksanakan.
Saran saya buat para pengajar, rencanakanlah setiap kegiatan belajar mengajar dengan terperinci agar dalam setiap kegiatan dapat lebih efektif dan efisien yang secara tidak langsung juga dapat menunjang suasana belajar di kelas. Saya yakin setiap pengajar akan tahu betul betapa pentingnya suasana belajar di kelas yang dapat menentukan sukses atau tidaknya pengajar tersebut.
Sumber : Wikipedia, the free encyclopedia.
Thursday, May 28, 2009
wowow...new blog for edu-psy project
yah yah..ini lah blog g buat tugas psi-pendidikan. walau ini cuma tugas tapi g maw coba buat lakuin yang terbaik,hehe...
Topik yang akan g ambil adalah "PENTINGNYA MEMBUAT LESSON PLAN" (bener ga sih ini judulnya ??)
hope all of you can learn something from here,hehe..(Amenn)
Topik yang akan g ambil adalah "PENTINGNYA MEMBUAT LESSON PLAN" (bener ga sih ini judulnya ??)
hope all of you can learn something from here,hehe..(Amenn)
Subscribe to:
Posts (Atom)
